Konsultan Haji Plus dan Umroh

Konsultan Haji Plus dan Umroh
SMS/WhatsApp : 0896 3938 8079 [Alfi Kurnia Ningsih]
Home » » Kurangi Stres dengan Al-Qur'an

Kurangi Stres dengan Al-Qur'an

Semua orang dipastikan pernah mengalami hal ini. Yup.. betul sekali. Stres sering kali melanda banyak orang, 'gangguan' ini datang tanpa pandang derajat, jenis kelamin, kaya atau miskin, ia datang kapan saja ia mau. Semakin majunya teknologi, semakin modernnya suatu zaman maka akan semakin besar pula tingkat stres yang dialami manusia.

Stres


Stres merupakan suatu tekanan perasaan seseorang yang datang apabila terjadi sesuatu di luar kebiasaan atau di luar kemampuan seseorang, dapat juga terjadi disebabkan suatu beban yang menimpa seseorang. Saat seseorang mengalami stres maka tubuh akan mengeluarkan hormon adrenalin dan cortison yang akan menyebabkan jantung berdetak lebih keras dan cepat, pernapasan akan lebih meningkat, dan akan berpengaruh juga pada peningkatan tekanan darah.

Tanda-tanda stres dapat terlihat dari:

  1. Badan yang letih, sakit kepala, susah tidur, sakit di bagian bahu dan tulang belakang, rasa deg-degan, tangan berkeringat, dan dingin.
  2. Mudah lupa, susah membuat keputusan, pikiran yang kacau.
  3. Risau, bimbang, berpikir negatif, berangan-angan yang tidak benar, muram, mudah kecewa, merasa takut, sensitif, dan mudah marah.
  4. Merokok, suka mengeluh, makan berlebihan, bertindak agresif, dan suka menyalahkan orang lain.
Stres dipercaya sangat mempengaruhi kesehatan dan diduga menjadi penyebab penyakit yang datang, seperti hipertensi, diabetes, maag, sakit kepala berat, depresi, melemahkan imunitas tubuh sehingga seseorang mudah sakit yang disebabkan karena virus atau bakteri, dan lain sebagainya.

Beberapa Strategi yang Dapat Dilakukan untuk Menghindari Stres

  1. Melakukan cara hidup sehat seperti, rajin berolah raga, makan teratur, tidur dan istirahat yang cukup
  2. Belajar untuk berkomunikasi lebih efisien, dan berusaha terbuka untuk perkara-perkara yang sulit diselesaikan sendiri
  3. Belajar teknik pernapasan yang baik atau dikenal dengan teknik napas dalam, teknik ini sangat efektif untuk menenangkan seseorang yang berakibat akan mengurangi stres.
  4. Berbicara dengan seseorang yang dapat dipercaya untuk mengungkapkan permasalahan yang dimiliki, dengan tujuan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.
Penjelasan diatas merupakan stres dilihat dari berbagai segi keilmuan dan kejiwaan, namun bagaimana stres bila dipandang dari prespektif Islam?

Dalam pandangan Islam, stres dapat timbul dari faktor-faktor berikut ini:
  1. Takut yang berlebihan, mencoba mengendalikan takdir
  2. Kerugian, kehilangan hal-hal yang kita sayangi dalam hidup, dan ketidakmampuan kita untuk memulihkan kekurangan tersebut.
  3. Konflik bathin hati dan pikiran antara apa yang kita kenal sebagai kebenaran dan kegagalan kita menerima kebenaran tersebut. Atau penerimaan kebenaran yang akan merubah kebiasan cara hidup dan dipandang sulit untuk dijalani.
Mari kita telah satu persatu.

Dalam Islam kita tidak memiliki konsep kepemilikan barang dan kehidupan. Semua milik Alloh SWT, dan akan kembali padaNya. Kita sebagai manusia tidak mempunyai hak memiliki, lalu mengapa kita merasa kehilangan? Dalam Q.S. Al-Baqoroh: 155-157 disebutkan bahwa

"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit, ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan "Innalillahi wa innailaihi rooji'uun" Mereka itulah yang memperoleh keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Robbnya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk."

Untuk masalah penolakan akan kebenaran dalam Al-Qur'an disebut dengan penyakit. Penyangkalan terhadap kebenaran adalah karena kesombongan. dalam Al-Qur'an disebutkan bahwa
"Didalam  hati mereka (orang-orang penyakit) ada penyakit, maka Alloh menambah panyakit ke dalam hati mereka dan bagi mereka ada adzab yang pedih disebabkan kedustaan mereka (Q.S. Al-Baqoroh: 20)

Setelah berbohong kepada diri sendiri, kita membentuk konflik batin antara hati dan pikiran. Untuk menghadapi konflik tersebut, pikiran mengirimkan sinyal ke kelenjar untuk sekresi hormon adrenalin yang telah dijelaskan sebelumnya. Lalu apa yang harus dilakukan bila dalam keadaan panik dan putus asa? Dalam kondisi panik, perilaku antara orang yang beriman dengan yang tidak beriman akan berbeda. Bagi orang yang tidak beriman, mereka tidak memiliki sesuatu untuk kembali, untuk meminta belas kasih dan pengampunan. Mereka akan merasa hidup sia-sia, yang jika mereka tidak bisa mengontrolnya, mereka bisa lebih tertekan dan menyebabkan salah pilih langkah.

Di sisi lain, seorang mukmin harus melakukan berikut ini untuk mengatasi stres:
  1. Mengambil wudhu dan mendekatkan diri kepada Alloh dengan melakukan sholat lima waktu, sholat-sholat sunnah, dan tahajjud.
  2. Memperbanyak dzikir (mengingat Alloh): "(yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjaddi tentram dengan mengingat Alloh. Ingatlah, hanya dengan mengingati Alloh hati menjadi tentram." (Q.S. Ar-Rad: 28)
  3. Memperbanyak sholat dan do'a: "Hai orang-orang yang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Alloh) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat, sesungguhnya Alloh beserta orang-orang yang sabar." (Q.S.Al-Baqoroh: 153)
  4. Mintalah pengampunan: "Maka aku katakan kepada mereka:'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun." (Q.S. Nuh: 100)
  5. Selain itu, kita juga diminta untuk selalu meningkatkan kualitas diri kita sendiri. "Sesungguhnya Alloh tidak merubah suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri." (QS. Ar-Rad:11)
  6. Senantiasa mendengar ayat-ayat Al-Qur'an sebagai terapi stres
  7. Ridho dengan ketentuan Alloh dan setiap masalah atau stres adalah ujian dari Alloh agar hambaNya menjadi lebih tabah dan matang dalam kehidupan. Pasti terdapat hikmah disetiap ujian yang datang. "Sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan, setelah kesulitan ada kemudahan." (QS. Al-Insyiroh: 5-6)
  8. Senantiasa bersyukurdengan segala nikmat yang telah Alloh karuniakan kepada para hamba-Nya.

Rosululloh pernah bersabda sewaktu ia ditanya oleh sahabatnya:
"Siapakah orang yang paling banyak sekali terkena ujian?". Rosululloh menjawab: Nabi-nabi dan seterusnya yang seumpama mereka. Maka barang siapa yang tebal imannya, niscaya banyaklah ujian yang akan menimpanya, dan barangsiapa yang lemah imannya, ujiannya.." (HR. Ibnu Hibban)

Dapat disimpulkan bahwa stres dapat timbul dari hasil kekurangan kedamaian bathin karena konflik dalam diri dan menyebabkan gangguan eksternal pada perilaku dan kesehatan. Kedamaian bathin akan dicapai dengan percaya kepada Alloh, Tuhan yang Maha Kuasa, jadi perbanyaklah mengingat dan meminta bantuan dan pengampunanNya disaat kesulitan.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. A Beautiful Big Goals - All Rights Reserved
Grup FB Umroh Haji Halaman FB Gapai Baitulloh
Kunjungi Juga UMROH DPE