Konsultan Haji Plus dan Umroh

Konsultan Haji Plus dan Umroh
SMS/WhatsApp : 0896 3938 8079 [Alfi Kurnia Ningsih]
Latest Article Get our latest posts by subscribing this site

Kesalahan Dalam Thawaf

Thawaf merupakan rukun Haji dan Umroh. Tanpa dilakukannya Thawaf, tidak akan sah ibadah haji atau umroh tersebut. Namun ada beberapa jama'ah yang melakukan beberapa kesalahan dalam melakukan ibadah Thawaf. Adapun kesalahan yang biasa dilakukan diantaranya:

  1. Memulai thawaf dari sebelum Hajar Aswad dan Rukun Yamani. Hal ini merupakan perkara yang berlebih-lebihan dalam agama dan terlarang. Alasan sebagian jamaah haji bahwa hal itu untuk kehati-hatian merupakan alasan yang tidak dapat diterima, karena kehati-hatian yang sebenarnya dan yang bermanfaat adalah dengan mengikuti syariat dan tidak mendahului Allah dan rasul-Nya.
  2. Thawaf dalam keadaan ramai dan berdesak-desakan, hanya mengelilingi Ka'bah yang persegi-empat saja dan tidak mengelilingi Hijir Ismail, di mana mereka masuk dari pintu Hijir Ismail dan keluar melalui pintu di seberangnya. Ini merupakan kesalahan yang besar dan thawaf-nya tidak sah, karena belum mengelilingi seluruh Ka'bah tapi baru mengelilingi sebagian saja.
  3. Thawaf dengan ramal (jalan cepat) pada setiap/semua putaran. Yang menjadi sunnah adalah berjalan cepat dengan memendekkan langkah hanya pada tiga putaran pertama thawaf qudum.
  4. Berdesak-desakan agar dapat mencium Hajar Aswad, sehingga bisa menyebabkan saling pukul, mencaci dan ucapan-ucapan buruk lainnya yang tidak layak diucapkan dan dilakukan, apalagi di Masjid Al-Haram saat melakukan ibadah haji, yang bisa membatalkan thawaf, bahkan membatalkan haji secara keseluruhan.
  5. Keyakinan bahwa Hajar Aswad bisa memberikan manfaat, sehingga ada yang setelah memegangnya lalu mengusapkan tangannya ke seluruh badannya atau kepada anak-anaknya. Ini adalah suatu kebodohan dan kesesatan, karena manfaat dan madharat itu hanya dari Allah Ta'ala semata.
  6. Sebagian jamaah memegang seluruh rukun Ka'bah, bahkan mungkin memegang seluruh tembok Ka'bah dan mengusapnya.
  7. Mengkhususkan doa-doa tertentu pada setiap putaran dan tidak membaca doa lainnya.
  8. Mengambil dan berdoa dari kumpulan doa-doa yang telah dibukukan tanpa tahu maknanya, padahal boleh jadi terdapat salah ucap, salah cetak atau yang semisalnya, sehingga mengakibatkan maknanya bertolakbelakang. Lebih baik baginya untuk berdoa dengan doa-doa yang ia kehendaki, yang ia tau maknanya dan harapkan agar terwujud.
  9. Thawaf berkelompok di bawah satu komando pemimpin yang membaca satu doa dengan suara keras dan diikuti oleh rombongannya dengan satu suara, sehingga akan muncul banyak suara keras yang saling mengganggu satu sama lain.
Begitu pentingnya ilmu untuk dikuasai seseorang. Dengan ilmu yang tidak tahu menjadi tahu. Dengan menguasai ilmu terhadap sesuatu diharapkan tidak melakukan kesalahan-kesalahan yang seharusnya tidak dilakukan.

Kesalahan yang biasa dilakukan Jama'ah Haji dan Umroh

Haji merupakan salah satu rukun Islam yang "Harus" di tunaikan. Buat mereka yang belum bisa melakukan ibadah haji, banyak diantara mereka memilih untuk ibadah umroh terlebih dahulu. Setiap insan yang menjalankan ibadah haji, mengharapkan ibadah mereka diterima dan bisa menjadi haji yang mabrur atau umroh yang makbul. Namun tak ada yang tau apakah ibadah haji mereka menjadi haji yang mabrur atau umroh yang makbul. Yang bisa dilakukan manusia adalah berusaha agar ibadah yang dilakukan dapat diterima Alloh SWT. Salah satunya adalah mempelajari cara beribadah haji atau umroh dan jangan lupa untuk mengikuti manasik haji atau manasik umroh yang diadakan oleh agen perjalanan yang ada.

Nabi shallallahu'alaihi wa sallam bersabda, "Barangsiapa yang melakukan perbuatan yang tidak ada pada urusan kami (mengadakan hal-hal yang baru) maka ia tertolak." [muttafaq'alaih]

Ada jama'ah yang melakukan hal-hal yang tidak dituntunkan dalam Al Qur'an dan sunnah Rosulullph shallallahu'alaihi wa sallam, termasuk dalam perkara ibadah haji dan umrah. Berikut ini kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan oleh sebagian jamaah haji dan umrah.

  • Kesalahan dalam berihram
Dari Ibnu Abbas radhiallahu'anhuma bahwa Nabi shallallahu'alaihi wa sallam telah menentukan miqat untuk penduduk Madinah di Dzul-Hulaifah (Bir 'Ali), penduduk Syam di Al-Juhfah, penduduk Najed di Qarn, penduduk Yaman di Yalamlam (serta Dzat 'Irqin bagi penduduk Iraq). [HR. Bukhari Muslim]

Miqat tersebut berlaku bagi penduduk yang tinggal di dalamnya, ataupun bagi mereka (bukan penduduk) yang datang atau melintasi tempat tersebut untuk beribadah haji dan umrah. Miqat yang telah ditetapkan oleh Rosulullah ini merupakan batasan agama yang telah ditetapkan secara tauqify, tidak boleh merubah, melanggar dan melampauinya tanpa ihram.
Kesalahan yang sering terjadi adalah para jamaah tidak ihram ketika pesawat mereka lewat di atas miqat atau lewat di tempat yang sejajar dengan miqat, dan baru melaksanakan ihram saat tiba di Airport Jeddah. Hal ini bertentangan dengan perintah Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam dan melanggar hukum Allah 'Azza wa Jalla.

Jika seseorang melakukan kesalahan ini (yakni turun di Jeddah tanpa ihram saat sebelumnya melintasi miqat), maka ia wajib kembali ke miqat yang dilewatinya lalu melakukan ihram dari tempat tersebut. Jika tidak kembali dan hanya melakukan ihram dari Jeddah, maka menurut kebanyakan ulama', wajib baginya membayar fidyah dengan binatang yang disembelih di Makkah, dan seluruh dagingnya dibagikan kepada fuqara' (orang-orang faqir) Makkah, tidak boleh makan darinya atau menghadiahkannya kepada orang kaya, karena fidyah tersebut berfungsi sebagai kaffarah (penebus dosa).

  • Kesalahan saat Thawaf
Thawaf berkelompok di bawah satu komando pemimpin yang membaca satu doa dengan suara keras dan diikuti oleh rombongannya dengan satu suara, sehingga akan muncul banyak suara keras yang saling mengganggu satu sama lain dan lain-lain.

  • Kesalahan dalam Shalat Sunnah Thawaf
Anggapan bahwa shalat dua rakaat harus dilakukan dekat dengan Maqam Ibrahim. Anggapan ini salah, karena shalat dua rakaat setelah thawaf itu sah dilakukan di mana saja di Masjid Al-Haram, bahkan di serambi masjid juga sah, sehingga terhindar dari aniaya, tidak menyakiti dan disakiti (karena berdesakan), serta dapat shalat dengan lebih khusyu'.
Setelah selesai shalat, ada sebagian jamaah yang berdiri dan berdoa dengan suara keras di bawah komando satu orang. Hal ini juga dapat mengganggu jamaah lain yang sedang shalat di belakang Maqam.

  • Kesalahan Saat Sa'i
  1. Ketika naik ke bukit Shafa dan Marwah, sebagian jamaah menghadap Ka'bah lalu bertakbir tiga kali dan mengangkat tangan seperti dalam shalat, lalu turun dari bukit. Padahal, Nabi tidak mengangkat tangan kecuali ketika itu sedang berdoa.
  2. Mereka berlari kecil mulai dari Shafa sampai Marwah, begitupun sebaliknya. Padahal, lari kecil menurut sunnah hanya dilakukan pada dua tanda hijau saja, sedang sisanya hanya dengan jalan biasa.

  • Kesalahan Saat Wuquf
  1. Sebagian jamaah turun sebelum atau di luar batas Arafah dan berdiam di tempat itu sampai matahari terbenam. Ini merupakan kesalahan yang besar, karena wuquf merupakan salah satu rukun haji, dan tidak sah haji tanpa wuquf di Arafah.
  2. Meninggalkan Arafah sebelum matahari terbenam.
  3. Menghadap ke bukit Arafah saat berdoa, sementara kiblat berada di kiri, kanan, atau belakang mereka.

  • Kesalahan Saat Melempar Jumrah
  1. Keyakinan bahwa batu kerikil harus diambil dari Muzdalifah, sehingga mempersulit diri mereka sendiri dan mencarinya di tengah malam untuk dibawa ke Mina. Hal ini tidak ada dasarnya dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.
  2. Keyakinan bahwa dengan melempar Jumrah berarti melempar syaithan. Mereka menyebut syaithan untuk masing-masing Jumrah. Mereka melempar batu kerikil dengan keras, disertai teriakan dan caci-maki kepada syaithan. Hal-hal tersebut tidak layak dilakukan di tempat-tempat syiar ibadah.
  3. Melempar dengan kerikil besar, sepatu atau sandal, serta kayu.
  4. Maju mendekati Jumrah dengan paksa dan kekerasan tanpa rasa khusyu' kepada Allah dan tanpa rasa kasih sayang kepada sesama hamba Allah.
  5. Mereka tidak berdoa setelah melempar jumrah pertama (jumrah sughra) dan kedua (jumrah wustha) pada hari-hari tasyriq. Padahal, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam setelah melempar keduanya lalu berdiam diri, menghadap kiblat, mengangkat kedua tangannya sambil berdoa dengan doa yang panjang.
  6. Melempar semua kerikil sekaligus dalam satu kepalan lemparan. Seharusnya dilempar satu per satu.
  7. Menambah ucapan doa yang tidak diajarkan Nabi saat melempar jumrah. Hendaknya cukup mengucapkan takbir sebagaimana yang diajarkan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.
  8. Meremehkan atau seenaknya melempar jumrah dengan mewakilkan kepada orang lain.

  • Kesalahan Saat Thawaf Wada'
  1. Sebagian jamaah turun dari Mina, pada hari Nafar, sebelum melempar jumrah, untuk thawaf wada' kemudian kembali lagi ke Mina untuk melempar jumrah, lalu langsung pulang ke negara mereka dari situ. Hal ini bertentangan dengan perintah Nabi bahwa saat terakhir jamaah haji adalah di Ka'bah.
  2. Sebagian jamaah tetap di Makkah setelah thawaf wada' (tidak langsung meninggalkan Makkah). Padahal, Nabi sendiri tidak thawaf wada' kecuali ketika akan meninggalkan Makkah. Hanya saja para ulama' memberikan keringanan untuk berdiam diri di Makkah setelah thawaf wada' bagi mereka yang benar-benar memiliki kepentingan, misalnya iqamat telah dikumandangkan sehingga harus shalat terlebih dahulu, atau ada keperluan yang berkaitan dengan perjalanan seperti membeli bekal dan menunggu teman. Adapun jika berdiam diri di Makkah (setelah thawaf wada') tanpa alasan yang diperbolehkan maka wajib baginya mengulang thawaf wada' kembali.
  3. Keluar dari masjid setelah thawaf wada' dengan berjalan mundur, beranggapan bahwa hal itu merupakan penghormatan kepada Ka'bah.
  4. Menoleh ke Ka'bah saat tiba di pintu masjid, berdoa dan seperti mengucapkan selamat tinggal dan selamat berpisah kepada Ka'bah.

Dengan demikian, hendaknya setiap calon jamaah haji dan umrah membekali dirinya dengan ilmu agar benar-benar bisa melaksanakan ibadah sesuai dengan yang dituntunkan oleh Pembuat Syariat melalui perantara nabi-Nya. Juga untuk para jama'ah untuk tetap mengikuti jadwal manasik haji atau manasik umroh yang sudah diprogramkan sebagai latihan simulasi kegiatan di sana.Terlebih lagi bagi para petugas dan pembimbing haji atau umroh, selain memiliki ilmu juga harus senantiasa memperhatikan dan meluruskan kesalahan yang dilakukan oleh jamaah.

Milad dengan Umroh Februari 2014

17 Februari 1989, sebuah tanggal penuh arti untuk Febrian. Pemuda belia yang punya segudang cara untuk membuat hidupnya berwarna. Febrian adalah pemuda yang memanfaatkan hidupnya sebaik mungkin. Apa yang ia inginkan pasti ia kejar sampai dapat. Bagaimanapun caranya asal baik.

Saat dia mengaji dibawah bimbingan orang tuanya, ia belajar suatu surat al-Qur'an, yang maknanya melekat hingga sekarang. Surat Al-'Asr, yang menerangkan tentang waktu. ”Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholih dan saling menasihati supaya menaati kebenaran dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran” (QS. Al ‘Ashr).

Febrian dibekali bahwa waktu sangat penting dan harus dimanfaatkan sebaik mungkin agar tidak dikatakan merugi.. Ia memutuskan untuk memiliki rencana-rencana yang ia tulis dalam buku sakunya. Sebelum tidur ia selalu membaca impiannya hingga ia tertidur lelap. Berharap satu persatu terwujud.

Menulis impian itu ia lakukan hingga ia beranjak remaja. Ketika masa remaja mulai menyibukkan dirinya, ia mulai lupa untuk menulis impian-impiannya, satu persatu impian-impian yang ia rencanakan sejak kecil nyaris terlupakan.. Dimulai dari ingin menjadi arsitek, menjadi pemuda sukses, dan ia ingin sekali pergi ke Makkah dan Madinah. Tapi satu persatu mulai tak diingat karna begitu banyak urusan masa remajanya menutupi itu semua. Kegigihan yang ia tunjukkan dari kecil untuk mewujudkan semua keinginannya tak lagi terlihat. Dan Febrian pun mulai terbuai dengan kehidupannya saat ini.

Pesan iman yang di berikan kedua orang tuanya pun mulai terlupakan. Ia terbuai dengan kesenangan remaja yang memikirkan ‘yang terpenting hari ini enak dan esok dipikirkan esok saja’. Hingga terbentur akan satu kondisi dimana ia merasa hidupnya datar tanpa makna. Ia tidak merasakan keseruan hidup yang dirasakan sebelumnya, yang penuh perjuangan untuk mendapatkan impian, Ia memutuskan untuk kembali kehidupan lamanya, walau terasa sulit tapi semua itu akan membuat warna pelangi dalam hidupnya. Ia mulai mengingat kembali rencana yang pernah ia tulis dulu.

Ia pun mulai mencaari kemana buku kecil yang pernah ia jaga dahulu. Ia mencari kesana kemari tak juga menemukannya. Dan ia pun berkata di dalam hati apakah buku ku hilang, lalu semua impianku juga akan hilang? Febrian mulai menenangkan hati yang semakin panik karena kehilangan list impiannya. Perlahan ia mencari dan akhirnya menemukan di tumpukan buku yang berdebu. Perlahan ia baca lembaran-lembaran itu.. Sampai pada satu impian yang ingin sekali ia wujudkan. Febrian ingiin sekali mewujudkan untuk umroh februari 2014.

Impian umroh februari 2014 itu adalah dalam rangka memperingati hari lahirnya. Ia ingin hatinya semakin tentram bila dekat dengan Alloh SWT. Iya ingin momen hari lahirnya terasa berbeda dengan sebelumnya. Febrian memulai semuanya kembali dengan penuh semangat demi impian terdekatnya . Mulai dari usaha yang fokus sampai doa yang spesifik. Yaa Alloh berilah kesempatan kepada ku untuk berumroh di februari 2014.

Ia yakin bahwa ikhtiar dan doa adalah senjata terkuat untuk mencapai satu buah impian..
berumroh di februari 2014

Umroh Bareng Keluarga di Januari 2014

Kurangi Stres dengan Al-Qur'an

Semua orang dipastikan pernah mengalami hal ini. Yup.. betul sekali. Stres sering kali melanda banyak orang, 'gangguan' ini datang tanpa pandang derajat, jenis kelamin, kaya atau miskin, ia datang kapan saja ia mau. Semakin majunya teknologi, semakin modernnya suatu zaman maka akan semakin besar pula tingkat stres yang dialami manusia.

Stres


Stres merupakan suatu tekanan perasaan seseorang yang datang apabila terjadi sesuatu di luar kebiasaan atau di luar kemampuan seseorang, dapat juga terjadi disebabkan suatu beban yang menimpa seseorang. Saat seseorang mengalami stres maka tubuh akan mengeluarkan hormon adrenalin dan cortison yang akan menyebabkan jantung berdetak lebih keras dan cepat, pernapasan akan lebih meningkat, dan akan berpengaruh juga pada peningkatan tekanan darah.

Tanda-tanda stres dapat terlihat dari:

  1. Badan yang letih, sakit kepala, susah tidur, sakit di bagian bahu dan tulang belakang, rasa deg-degan, tangan berkeringat, dan dingin.
  2. Mudah lupa, susah membuat keputusan, pikiran yang kacau.
  3. Risau, bimbang, berpikir negatif, berangan-angan yang tidak benar, muram, mudah kecewa, merasa takut, sensitif, dan mudah marah.
  4. Merokok, suka mengeluh, makan berlebihan, bertindak agresif, dan suka menyalahkan orang lain.
Stres dipercaya sangat mempengaruhi kesehatan dan diduga menjadi penyebab penyakit yang datang, seperti hipertensi, diabetes, maag, sakit kepala berat, depresi, melemahkan imunitas tubuh sehingga seseorang mudah sakit yang disebabkan karena virus atau bakteri, dan lain sebagainya.

Beberapa Strategi yang Dapat Dilakukan untuk Menghindari Stres

  1. Melakukan cara hidup sehat seperti, rajin berolah raga, makan teratur, tidur dan istirahat yang cukup
  2. Belajar untuk berkomunikasi lebih efisien, dan berusaha terbuka untuk perkara-perkara yang sulit diselesaikan sendiri
  3. Belajar teknik pernapasan yang baik atau dikenal dengan teknik napas dalam, teknik ini sangat efektif untuk menenangkan seseorang yang berakibat akan mengurangi stres.
  4. Berbicara dengan seseorang yang dapat dipercaya untuk mengungkapkan permasalahan yang dimiliki, dengan tujuan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.
Penjelasan diatas merupakan stres dilihat dari berbagai segi keilmuan dan kejiwaan, namun bagaimana stres bila dipandang dari prespektif Islam?

Dalam pandangan Islam, stres dapat timbul dari faktor-faktor berikut ini:
  1. Takut yang berlebihan, mencoba mengendalikan takdir
  2. Kerugian, kehilangan hal-hal yang kita sayangi dalam hidup, dan ketidakmampuan kita untuk memulihkan kekurangan tersebut.
  3. Konflik bathin hati dan pikiran antara apa yang kita kenal sebagai kebenaran dan kegagalan kita menerima kebenaran tersebut. Atau penerimaan kebenaran yang akan merubah kebiasan cara hidup dan dipandang sulit untuk dijalani.
Mari kita telah satu persatu.

Dalam Islam kita tidak memiliki konsep kepemilikan barang dan kehidupan. Semua milik Alloh SWT, dan akan kembali padaNya. Kita sebagai manusia tidak mempunyai hak memiliki, lalu mengapa kita merasa kehilangan? Dalam Q.S. Al-Baqoroh: 155-157 disebutkan bahwa

"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit, ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan "Innalillahi wa innailaihi rooji'uun" Mereka itulah yang memperoleh keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Robbnya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk."

Untuk masalah penolakan akan kebenaran dalam Al-Qur'an disebut dengan penyakit. Penyangkalan terhadap kebenaran adalah karena kesombongan. dalam Al-Qur'an disebutkan bahwa
"Didalam  hati mereka (orang-orang penyakit) ada penyakit, maka Alloh menambah panyakit ke dalam hati mereka dan bagi mereka ada adzab yang pedih disebabkan kedustaan mereka (Q.S. Al-Baqoroh: 20)

Setelah berbohong kepada diri sendiri, kita membentuk konflik batin antara hati dan pikiran. Untuk menghadapi konflik tersebut, pikiran mengirimkan sinyal ke kelenjar untuk sekresi hormon adrenalin yang telah dijelaskan sebelumnya. Lalu apa yang harus dilakukan bila dalam keadaan panik dan putus asa? Dalam kondisi panik, perilaku antara orang yang beriman dengan yang tidak beriman akan berbeda. Bagi orang yang tidak beriman, mereka tidak memiliki sesuatu untuk kembali, untuk meminta belas kasih dan pengampunan. Mereka akan merasa hidup sia-sia, yang jika mereka tidak bisa mengontrolnya, mereka bisa lebih tertekan dan menyebabkan salah pilih langkah.

Di sisi lain, seorang mukmin harus melakukan berikut ini untuk mengatasi stres:
  1. Mengambil wudhu dan mendekatkan diri kepada Alloh dengan melakukan sholat lima waktu, sholat-sholat sunnah, dan tahajjud.
  2. Memperbanyak dzikir (mengingat Alloh): "(yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjaddi tentram dengan mengingat Alloh. Ingatlah, hanya dengan mengingati Alloh hati menjadi tentram." (Q.S. Ar-Rad: 28)
  3. Memperbanyak sholat dan do'a: "Hai orang-orang yang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Alloh) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat, sesungguhnya Alloh beserta orang-orang yang sabar." (Q.S.Al-Baqoroh: 153)
  4. Mintalah pengampunan: "Maka aku katakan kepada mereka:'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun." (Q.S. Nuh: 100)
  5. Selain itu, kita juga diminta untuk selalu meningkatkan kualitas diri kita sendiri. "Sesungguhnya Alloh tidak merubah suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri." (QS. Ar-Rad:11)
  6. Senantiasa mendengar ayat-ayat Al-Qur'an sebagai terapi stres
  7. Ridho dengan ketentuan Alloh dan setiap masalah atau stres adalah ujian dari Alloh agar hambaNya menjadi lebih tabah dan matang dalam kehidupan. Pasti terdapat hikmah disetiap ujian yang datang. "Sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan, setelah kesulitan ada kemudahan." (QS. Al-Insyiroh: 5-6)
  8. Senantiasa bersyukurdengan segala nikmat yang telah Alloh karuniakan kepada para hamba-Nya.

Rosululloh pernah bersabda sewaktu ia ditanya oleh sahabatnya:
"Siapakah orang yang paling banyak sekali terkena ujian?". Rosululloh menjawab: Nabi-nabi dan seterusnya yang seumpama mereka. Maka barang siapa yang tebal imannya, niscaya banyaklah ujian yang akan menimpanya, dan barangsiapa yang lemah imannya, ujiannya.." (HR. Ibnu Hibban)

Dapat disimpulkan bahwa stres dapat timbul dari hasil kekurangan kedamaian bathin karena konflik dalam diri dan menyebabkan gangguan eksternal pada perilaku dan kesehatan. Kedamaian bathin akan dicapai dengan percaya kepada Alloh, Tuhan yang Maha Kuasa, jadi perbanyaklah mengingat dan meminta bantuan dan pengampunanNya disaat kesulitan.

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. A Beautiful Big Goals - All Rights Reserved
Grup FB Umroh Haji Halaman FB Gapai Baitulloh
Kunjungi Juga UMROH DPE